Literasi dan numerasi merupakan fondasi penting bagi peserta didik sekolah dasar untuk mengolah informasi, berpikir kritis, mengambil keputusan, serta menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Namun, berdasarkan data Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan pemetaan awal di beberapa sekolah dampingan, kemampuan literasi dan numerasi siswa masih belum optimal sehingga diperlukan upaya perbaikan pembelajaran yang inovatif dan berkelanjutan.
Praktik baik ini dilaksanakan melalui pendampingan pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis koding dan kecerdasan artifisial (KKA) dengan strategi SIMPATI. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, sekaligus meningkatkan motivasi, keaktifan, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Strategi SIMPATI merupakan siklus pendampingan kolaboratif yang mencakup penyelidikan masalah, identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelatihan dan bimbingan, implementasi, monitoring, serta evaluasi dan refleksi. Dalam pelaksanaannya, pengawas sekolah berperan sebagai fasilitator, mitra refleksi, dan pemantau mutu untuk memastikan proses pendampingan berjalan efektif berdasarkan data dan kebutuhan nyata di sekolah.
Melalui strategi ini, pembelajaran diarahkan untuk menciptakan suasana yang mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan). Dengan demikian, praktik baik ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi, serta mendorong peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa secara berkelanjutan.



.png)






